TENTARA NASIONAL INDONESIA - KOMANDO DAERAH MILITER XIII/MERDEKA

PELAKSANAAN UPACARA SUMPAH PEMUDA KE-89 DI BOLMONG BERLANGSUNG KHIDMAT

By , Comment
Share on Facebook Tweet on Twitter
photo_2017-10-28_12-07-35

photo_2017-10-28_12-09-21KOTAMOBAGU – Walikota Kotamobagu, Ir Tatong Bara menjadi Inspektur Upacara (irup) dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 yang mengambil tema "PEMUDA INDONESIA BERANI BERSATU", di Lapangan Boki Hontinimbang (Lapkot) Jl Ahmad Yani Kel Kotamobagu Kec Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu, Sabtu (28/10). Upacara ini, ikut dihadiri oleh unsur Forkompimda, Kepala SKPD, Organisasi Pemuda serta TNI dan Polri.


Turut hadir dalam pelaksanaan Upacara kali ini Wali kota Kotamobagu Ibu Ir Tatong Bara, Dandim 1303/BM Letkol Inf Sampang Sihotang, Kapolres Bolmong AKBP Gani Fernando Siahaan S.IK, Ketua DPRD Kota Kotamobagu Bapak Ahmad Sabir, Kasdim 1303/BM Mayor Inf Lucky Sonny Maramis, Dan Kipan C Yonif 713/ST Lettu Inf A Demisius, Sekot  Kotamobagu Bapak Adnan Masinae, Ketua BKPP Kota Kotamobagu Bapak Sahaya Mokoginta S.IP, Asisten 1 Pemkot Kotamobagu Bapak Nasrun Gilalom, Asisten 3 Pemkot Kotamobagu Bapak Gunawan Damopolii, serta Para Pejabat Eselon Pemkot Kota Kotamobagu, Tamu dan Undangan.


Yang bertindak sebagai Inspektur Upacara Inspektur (Irup) adalah Wali Kota Kotamobagu Ibu Ir Tatong Bara, Komandan Upacara (DanUp) Lettu Inf Muyassir yang kesehariannya menjabat sebagai Pasi Ter Dim 1303/BM, Perwira Upacara Kapten Inf Asrak Badarun (Pasi intel Dim 1303/BM), Pembaca UUD 1945 Bapak Maulana Lombu, Pembaca Sumpah Pemuda (Ketua DPD KNPI) Hendra Manggopa.


Dalam amanat sumpah pemuda dari Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibawakan oleh Ir Tatong Bara mengatakan, Delapan Puluh Sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanaan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945.


Lebih Lanjut Tatong mengatakan, “Sumpah pemuda dibacakan di arena kongres Pemuda ke-II, yang dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah”, Ucapnya.


“Dari belahan barat Indonesia, teradat nama Mohammad Yamin. Seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran kota Ambon Maluku, mewakili organisasi pemuda Jong Ambon. Ada juga Katjasungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefran Senduk, mewakili Organisasi pemuda Sulawesi, Jong Celebes”, Tandas Tatong Bara.


“Mari kita buktikan dalam sejarah Indonesia, untuk kesekian kalinya pemuda Indoneisa menjadi motor utama penentu perubahan Indonesia. Bonus demografi menjadi kesempatan kita satu-satunya untuk memastikan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia menjadi negara maju sejajar dengan negara-negara besar lainnya. Di depan mata kita ada MEA dan Perdagangan Bebas Asia dan Dunia. Saatnya pemuda Indonesia membangun visi yang besar menatap dunia”, Tutup Tatong Bara.


photo_2017-10-28_12-07-52

ADMIN

author
suwarnoRealase at

Nothing

0 komentar

Comment Now