TENTARA NASIONAL INDONESIA - KOMANDO DAERAH MILITER XIII/MERDEKA

Pelanggaran Apapun Tidak Akan Ada Toleransi Lagi, Tindakan Sesuai Hukum Yang Berlaku

By , Comment
Share on Facebook Tweet on Twitter
Memahami akan arti perjuangan sangat penting dalam situasi dan kondisi saat ini dimana kemerdekaan yang dinikmati sekarang ini merupakan hasil darah dan keringat bagi para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang pada waktu silam para pejuang tersebut dengan segala cara berjuang mati-matian dalam memerdekakan Bangsa Indonesia dengan demikian kita sebagai generasi muda yang tinggal melanjutkan akan kemerdekaan tersebut serta mengisi dan mempertahankan Keutuhan Bangsa Indonesia dalam mengenang akan perjuangan serta menghormati dan menghargai akan lambang negara maka pada setiap tanggal 17 pada bulan berjalan Korem 131/Santiago melaksanakan Upacara Kenaikan Bendera Merah Putih yang kali ini pada Upacara 17 April 2017 dipimpin oleh Kasilog Korem 131/Santiago Kolonel Arm Muh Lubis Hasbi SIP yang bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) dengan Komandan Upacara (Danup) Kapten Inf Ade serta melibatkan 1 SST kelompok Pama, 1 SST kelompok Bintara dan 1 SST Yonif R 712/Wiratama, 1 SST Korem 131/Santiago 1 SST Tim Intelrem serta 1 SST PNS Korem 131/Santiago dimana pada upacara tersebut Irup membacakan amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Murmantyo yang dalam amanat pada Upacara Bendera 17 April 2017 mengatakan ucapan terima kasih dan penghargaan atas kinerja yang tidak pernah surut hingga saat ini, dimana hal ini menunjukkan bahwa para Prajurit dan PNS TNI adalah insan-insan yang bertakwa, setia dan rela berkorban dengan tulus ikhlas bagi bangsa dan negara. Saya berharap kesetiaan dan kerelaan berkorban ini tidak hanya berhenti sampai di sini, tetapi harus melekat sepanjang hayat dalam sanubari kita semua sebagaimana kita ketahui bersama saudara-saudara kita di Ponorogo sedang berduka akibat bencana tanah longsordimana tercatat 28 korban jiwa tertimbun tanah dan ratusan jiwa mengungsi, untuk itu kita semua ikut berduka yang mendalam kepada seluruh keluarga korban atas musibah ini selanjutnya kepada para prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugas kemanusiaan di lapangan, saya mengucapkan terima kasih atas kepekaan dan kepedulian kalian semua terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat Ponorogo dengan harapan agar para prajurit dapat melaksanakan tugas ini dengan semangat, penuh keikhlasan dan dedikasi tinggi karena ini merupakan panggilan tugas negara.

Kita semua patut bersyukur bahwa pelaksanaan pemilihan Kepala Daerah di 101 daerah dari tingkat provinsi, kabupaten dan kota dapat berjalan dengan tertib, lancar dan aman dimana peran serta segenap prajurit TNI dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada Polri sangatlah penting guna terwujudnya Pilkada yang tertib, aman, damai, lancar dan sukses. Khusus untuk di DKI Jakarta dalam 2 hari kedepan yaitu pada hari Rabu tanggal 19 April 2017, akan melaksanakan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur putaran ke-2, terkait dengan pelaksanaan pemilihan Gubernur DKI putaran ke-2 itu, saya tegaskan bahwa TNI tetap bersikap netral dan menjamin pilkada berjalan tertib, aman dan lancar dan kepada seluruh prajurit TNI saya perintahkan untuk bersikap netral dan melaksanakan pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku begitu juga kepada PNS yang akan memilih, gunakanlah hak pilih dengan sebaik-baiknya, waspadai upaya adu domba dan menarik TNI kekancah politik praktis terkait pelaksanaan pilkada DKI putaran ke-2.


Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi, kini telah muncul kelompok baru yaitu “Cyber Narcoterorism”. Kelompok ini menggunakan dunia maya sebagai wahana untuk mengedarkan dan menyalahgunakan narkotika yang hasilnya digunakan untuk membiayai
kegiatan terorisme. Saya ingatkan, kejahatan lintas negara ini akan menjadi ancaman serius dan sangat berbahaya bagi bangsa Indonesia, dimana kelompok “Cyber Narcoterorism” menggunakan beragam situs terkemuka seperti youtube, twitter dan facebook untuk tujuan merebut pangsa pasar, penyebaran pemikiran, dorongan, perekrutan dan berbagai informasi hal ini menjadi sebuah cara yang paling efektif dalam melakukan aksi yang diinginkannya. Gerakan “Cyber Narcoterorism” menjadi musuh utama bangsa Indonesia saat ini, bahkan menjadi musuh bangsa-bangsa di dunia oleh karena itu kepada seluruh jajaran TNI, komando kewilayahan, khususnya aparat intelijen harus terus memantau, mendeteksi gerakan-gerakan kelompok ini yang Selanjutnya, kepada seluruh prajurit dan PNS TNI agar membentengi diri untuk tidak terlibat dalam kejahatan Narkoba, serta bangun terus kerjasama dengan aparat terkait lainnya untuk menangkal aksi radikalisme.

Tantangan ke depan akan sangat kompleks, salah satunya adalah semakin masifnya penggunaan media sosial. Media sosial menjadi “medan pertempuran baru” oleh sekelompok masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyebaran informasi dan berita-berita bohong (hoax) melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, ke-Bhineka Tunggal Ika-an dan munculnya radikalisme, guna membentengi pengaruh negatif dari penggunaan media sosial oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar berita bohong (hoax) tersebut, maka kata kunci bagi prajurit dan PNS TNI adalah jangan mudah percaya terhadap berita
bohong, percayalah kepada komandan satuan. Prajurit dan PNS TNI harus cerdas, pandai memilah dan memilih berita yang positif dan bermanfaat sehingga penggunaan media sosial di kalangan prajurit dan PNS TNI bahkan keluarga besar TNI sudah tidak terbendung lagi. Terkait dengan hal itu, saya memerintahkan agar tidak mengunggah gambar, foto dan video yang tidak pantas untuk ditonton, karena hal ini dapat merugikan citra TNI di masyarakat dan kepada Komandan Satuan untuk terus memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI terkait pemanfaatan media sosial secara baik. Pedomani dan laksanakan ketentuan-ketentuan penggunaan media sosial yang dikeluarkan oleh pimpinan TNI yang selanjutnya, hingga saat ini masih ada oknum prajurit dan PNS TNI yang melakukan tindakan tidak terpuji bahkan menyakiti hati rakyat seperti korupsi, penyalahgunaan narkoba dan lain sebagainya yang dapat merusak citra positif TNI di masyarakat. Oleh karena itu, bagi prajurit dan PNS TNI yang melakukan pelanggaran tidak akan ada toleransi serta akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, tegas Panglima TNI.

Sumber Penrem 131/Santiago.


ADMIN

author
suwarnoRealase at

Nothing

0 komentar

Comment Now