TENTARA NASIONAL INDONESIA - KOMANDO DAERAH MILITER XIII/MERDEKA

Danrem 131: KBT Harus Mampu Mengolah Karakter dan Jatidiri Bangsa Dalam melahirkan Kepemimpinan Nasional

By , Comment
Share on Facebook Tweet on Twitter
Menjalin hubungan yang lebih harmonis sangat didampbahkan oleh seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali unsur TNI dan KBT dimana jalinan silaturahmi antara kedua unsur ini sangatlah erat dalam segala hal dikarenakan Keluarga Besar TNI (KBT) adalah mereka yang berada langsung dibawah Koordinasi TNI dimana KBT tersebut adalah bagian dari TNI yang antara lain PPAD, Pepabri, LVRI, Perib, Piveri dan FKPPI serta PPM adalah Keluarga rumpun TNI yang tidak bisa dipisahkan oleh karena KBT termasuk dalam Cadangan Nasional yang dapat dikerahkan sewaktu-waktu sesuai dengan Koordinasi yang matang sehingga dengan demikian guna mempererat tali silaturahmi antara TNI dengan Keluarga Besar TNI (KBT) maka pada Rabu 12 April 2017 sekitar pukul 09.00 wita Korem 131/Santiago melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Keluarga Besar TNI (KBT) yang diselenggarakan oleh Staf Teritorial Korem 131/Santiago yang dipimpin langsung oleh Kasiter Kolonel Inf Saripusddin SIP sekaligus membacakan sambutan Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Sulaiman Agusto SIP MM yang berlangsung di Aula Makorem 131/Santiago guna tetap terjalinnya Silaturahmi antara TNI dalm hal ini Korem 131/Santiago dengan Keluarga Besar TNI (KBT) Provinsi Sulawesi Utara.

Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Sulaiman Agusto SIP MM yang dalam sambutan yang dibacakan oleh Kasiter mengatakan bersama bahwa di era serba terbuka dan bebas mengemukakan pendapat saat ini, niat dan perbuatan baik saja tidak cukup untuk menjalin hubungan yang harmonis, tetapi harus pula diikuti dengan komunikasi yang efektif. Hal inilah yang mendasari berbagai program kegiatan TNI untuk senantiasa menciptakan komunikasi yang lancar dengan keluarga besarnya secara berkala oleh karena itu, Eksistensi Unsur KBT tidak hanya dipandang sebagai salah satu komponen yang tidak terpisahkan dari penerus bangsa, namun juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Keluarga Besar TNI yang kejelasan dedikasi dan kesamaan persepsinya diarahkan bagi kepentingan membangun iklim dan mengatasi segala persoalan masyarakat, bangsa dan Negara yang kita cintai ini dimana derasnya pengaruh global telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan bangsa, hal ini dapat terlihat adanya penetrasi isu-isu global seperti Demokratisasi, HAM, Pasar Bebas, Lingkungan Hidup Terorisme Internasional, Permasalahan Energi, Perubahan Iklim dan Keamanan Nasional, yang hal-hal tersebut telah menjadi keniscayaan bagi bangsa Indonesia.
 
Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia telah mengamanatkan kepada Angkatan Darat untuk melaksanakan tugas pemberdayaan wilayah pertahanan di darat dengan menyiapkan segala potensi dan sumber daya yang ada secara dini untuk kepentingan  pertahanan negara di darat yang salah satu upaya penyiapan potensi dan sumber daya yang dimaksud adalah melalui penyelenggaraan kegiatan pembinaan teritorial, antara lain dengan menjalin dan memelihara serta meningkatkan komunikasi dengan segenap komponen bangsa dimana salah satu komponen bangsa yang menjadi subyek pembinaan Korem 131/Santiago guna mendukung laju pembangunan dan untuk kepentingan pertahanan negara adalah Keluarga Besar TNI (KBT), terlebih khusus para generasi mudanya yang terwadahi dalam berbagai organisasi kemasyarakatan atau kepemudaan seperti FKPPI dan PPM Provinsi Sulut yang disisi lain pengaruh global saat ini juga menimbulkan permasalahan nasional yang telah mengancam Nasionalisme, Patriotisme, Militansi dan Jatidiri sehingga mengakibatkan lunturnya social capital bangsa khususnya para generasi muda, yang ditandai oleh rendahnya rasa toleransi diantara sesama anak bangsa serta rendahnya semangat kesetia-kawanan sosial dan menurunnya semangat gotong royong dalam kehidupan serta menjauhnya semangat bermufakat, bermusyawarah dalam menangani masalah yang ada di dalam masyarakat.


Harus diakui bahwa akhir-akhir ini, kiprah PPAD, Pepabri, LVRI, Piveri, Perip FKPPI dan PPM Provinsi Sulut yang merupakan bagian dari Keluarga Besar TNI dalam perkembangannya sedikit mengalami penurunan peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Salah satu penyebabnya adalah kurang optimalnya pembinaan yang dilakukan oleh TNI, di antaranya di wilayah Korem 131/Santiago, terutama sejak bergulirnya gerakan reformasi pada tahun 1998 lalu sehingga dengan semakin membaiknya situasi kehidupan bangsa saat ini dan semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap TNI AD, maka sudah saatnya bagi Korem 131/Santiago untuk kembali memperhatikan pola pembinaan yang lebih efektif terhadap Keluarga Besar TNI, khususnya organisasi PPAD, Pepabri, LVRI, Piveri, Perip, FKPPI dan PPM Provinsi Sulut yang merupakan kepanjangan tangan Korem 131/Santiago di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara di wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Provinsi Gorontalo, oleh karena itu, sangat diharapkan bahwa kegiatan pembinaan kali ini benar-benar dapat merevitalisasi soliditas Keluarga Besar TNI, antara lain dengan mendorong munculnya kader pemimpin bangsa dari unsur FKPPI, maupun PPM dan meningkatnya partisipasi di setiap program pemberdayaan wilayah pertahanan yang dilakukan oleh Korem 131/Santiago dan jajarannya, serta terwujudnya kesamaan visi dan misi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Untuk mewujudkan harapan terse-but di atas, akan disampaikan beberapa materi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia yang meliputi: Tugas dan peran TNI serta pokok-pokok kebijakan Kasad tahun 2017 dalam bidang teritorial, Wawasan Kebangsaan, Pengetahuan tentang Proxy War dan Bahaya Laten Komunis.

Kepada penyelenggara kegiatan, laksanakan kegiatan pembinaan ini sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Awasi dan kendalikan seluruh kegiatan agar semua dapat berlangsung dengan tertib dan lancar, kemudian segera buat laporan hasil kegiatan sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan pembinaan berikutnya yang tentunya saya juga sangat berharap, bahwa para pengurus dan anggota PPAD, Pepabri, LVRI, Piveri, Perip FKPPI, dan PPM yang menjadi peserta kegiatan pembinaan ini dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan segenap hati dan keinginan untuk berbakti kepada ibu pertiwi, Indonesia, dan apabila ada saran serta masukan yang perlu guna perbaikan organisasi, silahkan tanyakan dan jangan ragu untuk menyampaikannya.

Diakhir sambutan Danrem 131/Santiago menyampaikan beberapa pesan dan penekanan : Pertama, Sebagai KBT harus mampu melahirkan lebih banyak generasi muda berkualitas yang memiliki kepemimpinan yang kuat, efektif dan visioner. Terlepas dari pandangan bahwa pemimpin itu dilahirkan namun pada dasarnya kepemimpinan adalah ilmu dan seni yang dapat dipelajari dan dilatih, untuk mengatasi permasalahan bangsa yang begitu kompleks saat ini, kita sangat membutuhkan pemimpin yang kuat dan efektif di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Kedua, Kiranya terus dapat tampil di depan sebagai penjuru dan teladan bagi ormas kepemudaan la innya yang dilandasi rasa senasib seperjuangan, kesediaan berkorban, persatuan dan kesatuan lintas pri9mordial yang mampu menjaga dan memelihara serta menjadikan Kebhineka Tunggal Ikaan masyarakat menjadi satu kekuatan dan kemajuan bangsa Indonesia. Ketiga, Dalam perannya, kiranya KBT harus menjadi tauladan dan penjuru dalam membangun kembali karakter dan jatidiri bangsa dan dalam rangka membantu membangun sumber daya manusia membangkitkan kembali jiwa militansi, jatidiri dan menghidupkan tradisi kejuangan bangsa.
Saya yakin dan percaya KBT akan selalu tampil ke depan memainkan peran dan fungsinya dalam membangun SDM masyarakat, karakter dan jatidiri bangsa serta dapat melahirkan tata kelola dan pelaku kepemimpinan nasional yang senantiasa menjadikan kepentingan nasional, kepentingan bangsa serta kepentingan negara di atas segala-galanya.


ADMIN

author
suwarnoRealase at

Nothing

0 komentar

Comment Now